Materi 2/3
Sejarah Ekonomi Indonesia
2/3.7 Ekonomi Indonesia Setiap Periode Pemerintahan,
orde lama, orde baru, reformasi
Sistem Pemerintahan Tahun 1959-1968 (Demokrasi Terpimpin) Demokrasi
terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang
seluruhkeputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja. Pada bulan 5
Juli 1959 parlemendibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di
bawah Dekrit Presiden.
Soekarno juga membubarkan Dewan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar
yang baru, dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang
Dasar 1945, dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. Soekarno memperkuat tangan
Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi
yang penting. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan
anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan konsepsi yaitu antara
nasionalisme, agama (Islam) dan komunisme yangdinamakan NASAKOM.
Sistem Pemerintahan Tahun 1968-1998 (Orde Baru) Orde Baru adalah
sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru
menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde
Baruhadir dengan semangat “koreksi
total” atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno.
Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka
waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi
praktek korupsi yang merajalela di negaraini. Selain itu, kesenjangan antara
rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.
Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai
tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang
didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. DPR dan MPR tidak
berfungsi secara efektif.Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan
militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan
aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat.Pembagian PAD juga kurang
adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada
Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. Soeharto
siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan
konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo.
Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politikdengan
tingkat kestabilan politik yang tinggi.Selama masa pemerintahannya,
kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumberdaya alam secara
besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidakmerata di
Indonesia.
Sistem Pemerintahan Tahun 1998-Sekarang (Reformasi)Mundurnya
Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tandaakhirnya
Orde Baru, untuk kemudian digantikan “Era
Reformasi“.
Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran
pemerintahan pada masaReformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan
bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Oleh karena itu
Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai “Era PascaOrde
Baru”. Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat
Presiden Soeharto mengundurkan diri pada
21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.Krisis finansial Asia yang
menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnyaketidak puasan
masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat
itumenyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai
organ aksimahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.Pemerintahan Soeharto semakin
disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yangkemudian memicu Kerusuhan
Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa
pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam
maupun luar negeri,Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari
jabatannya.
Sumber
No comments:
Post a Comment