Materi 5
PDB, Pertumbuhan dan Perubahan
Struktur Ekonomi
5.3 Pertumbuhan Ekonomi Selama Orde Baru Hingga Saat Ini
Perekonomian
Indonesia Masa Orde Lama
Ketika
negara kita sudah merdeka, pada tahun 1945. Kondisi keadaan perekonomian negara
kita sangat buruk, hal itu disebabkan karena :
1. Inflasi yang
sangat tinggi, hal ini disebabkan karena beredarnya lebih dari satu
mata uang di negara kita yang sangat tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk
sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di
wilayah RI, yaitu mata uang De Javashe Bank ,mata uang pemerintah Hindia
Belanda,dan mata uang pendudukan Jepang. banyaknya uang yang beredar di
negara kita menyebabkan harga-harga di negara kita menjadi meningkat.
mata uang di negara kita yang sangat tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk
sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di
wilayah RI, yaitu mata uang De Javashe Bank ,mata uang pemerintah Hindia
Belanda,dan mata uang pendudukan Jepang. banyaknya uang yang beredar di
negara kita menyebabkan harga-harga di negara kita menjadi meningkat.
2. Adanya
blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk
menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
3. Kas negara
kosong.
4. Ekspliotasi
besar-besaran dimasa penjajahan.
Usaha -
Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi
1. Bangsa kita melakukan Program Pinjaman oleh menteri keuangan IR.
2. Upaya melakukan blokade dengan menawarkan bantuan padi sebanyak
500.000 ton ke india (karena india merupakan Negara yang mempunyai nasib sama
seperti Indonesia yang pernah di jajah) dan india menyerahkan obat-obatan ke
Indonesia.
3. Konferensi Ekonomi pada bulan februari 1946, yang tujuannya
untuk memperoleh kesepakatan yang bulat ketika menanggulangi masalah-masalah
ekonomi yang mendesar, seperti : masalah produksi, makanan, sandang.
4. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi ) pada tanggal 19
januari 1947.
1. Bangsa kita melakukan Program Pinjaman oleh menteri keuangan IR.
2. Upaya melakukan blokade dengan menawarkan bantuan padi sebanyak
500.000 ton ke india (karena india merupakan Negara yang mempunyai nasib sama
seperti Indonesia yang pernah di jajah) dan india menyerahkan obat-obatan ke
Indonesia.
3. Konferensi Ekonomi pada bulan februari 1946, yang tujuannya
untuk memperoleh kesepakatan yang bulat ketika menanggulangi masalah-masalah
ekonomi yang mendesar, seperti : masalah produksi, makanan, sandang.
4. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi ) pada tanggal 19
januari 1947.
Upaya- upaya
tersebut tahun ke tahun terus dilakukan untuk merubah perekonomian Indonesia
sedikit demi sedikit . Dan Pada saat Demokrasi Terpimpin sekitar tahun
1959-1967 . Sebagai akibat dari dekrit Presiden 5 Juli 1959 Indonesia
menjalankan sistem demokrasi terpimpin yang isinya segala sesuatu baik stuktur
ekonomi indonesia diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Hal ini di lakukan agar
dapat membawa kemakmuran masyarakat indonesia . akan tetapi, kebijakan ini
blum dapat memperbaiki keadaan kondisi di negara ini. hal ini di lihat
ketika pemerintah menjadikan uang Rp 1.000 menjadi Rp. 1 Sehingga uang
rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di
masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka
tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka
inflasi
Perekonomian
Indonesia Pada Masa Orde Baru
Di awal orde
baru, ketika soeharto menjabat menjadi presiden RI ssat ini kondisi
perekonomian di indonesia sangat buruk, tingkat inflasi yang terjadi pada
negara kita mencapai 650 % pertahun.
Presiden
Soeharto saai itu menambahkan langkah yang telah di lakukan sebelumnya oleh
Soekarno. dan ternyata Soeharto berhasil menekan inflasi dari 650 % menjadi
dibawah 15% dalam waktu kurang dari dua tahum. untuk meneka inflasi yang begitu
tinngi, soeharto melakukan hal yang jauh berbeda dengan presiden
sebelumnya , beliau embuat anggaran, menerbitkan sektor penbankan,
mengembalikan sektor ekonomi dan merangkul negara-neraga barat untuk menarik modal.
Di sampig
itu soeharto pada tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan
pertambangan. Sehingga pendapatan negara dari migas meningkat . Dari 0,6 %
miliar pada tahun 1973 dan sekarang mencapai 10,6% miliar pada tahun 1980.
Puncaknya kebijakan tersebut adalah ketiaka penghasilan dari migas sama dengan
80% hasil eksport indonesia. Dengan kebijakan itu, indonesia bisa maju dalam
pembangunan di bawah pemerintahan orde baru.
Pemerintahan
Transisi (era Presiden B.J. Habibie)
Krisis
ekonomi mempunyai dampak yang sangat memprihatinkan terhadap peningkatan
pengangguran, baik di perkotaan maupun di pedesaan, daya beli masyarakat
menurun, pendidikan dan kesehatan merosot serta jumlah penduduk miskin
bertambah oleh karena itu muncul kebijakan Jaring Pengaman Sosial (social
safety_net).
Pemerintahan
Reformasi (era Presiden K.H. Abdurrahman Wahid)
Terjadi
banyak keanehan dan tidak terdapat kebijakan perekonomian.Pada masa Gus Dur,
rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi, dari peringkat CCC turun menjadi
DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu penyebab utamanya adalah imbas dari
krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa hingga pemerintahannya.
Pemerintahan
Gotong Royong
Langkah
Presiden SBY untuk merangkul Parpol-parpol yang kalah dalam Pemilu 2009 adalah
bagian dari kebijakan Soft Power, atau kebijakan untuk bergotong-royong dalam
membangun bangsa dan negara. Ini serupa dengan Kabinet Gotong-Royong di masa
lalu. Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan gotong royong
memiliki karakteristik sebagai berikut:
Rendahnya
pertumbuhan ekonomi yang dikarenakan masih kurang berkembangnya investasi
terutama disebabkan oleh masih tidak stabilnya kondisi sosial politik dalam
negeri.
Dalam hal
ekspor, sejak 2000, nilai ekspor non-migas Indonesia terus merosot dari 62,1
miliar dollar AS menjadi 56,3 miliar dollar As tahun 2001, dan tahun 2002
menjadi 42,56 miliar dollar AS.
Pemetintahan
Indonesia Bersatu (era SBY – Boediono)
Kabinet
Indonesia Bersatu merupakan kabinet pemerintahan Indonesia yang dibagi menjadi
Kabinet Indonesia bersatu jilid I dan II .kabinet Indonesia bersatu jilid I
yaitu merupakan bentuk pemerintahan yang ke enam yang dipimpin oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla pada masa
(2004 – 2009) dan presiden yang pertama kalinya dipilih melalui sistem
pemilihan umum langsung di Indonesia sedangkan kabinet Indonesia bersatu jilid
II dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan wakil Presidennya Dr.
Boediono yang merupakan bentuk pemerintahan yang ke tujuh pada masa (2009-2014)
.
Kabinet
Indonesia Bersatu jilid I ini dibentuk pada tanggal 21 Oktober 2004 dan
berakhir pada tahun 2009 menggantikan kabinet gotong royong sebelumnya yang
dipimpin megawati dan Hamzah haz pada 5 Desember 2005, Pada Indonesia bersatu
jilid 1 yaitu pada tahun 2004 sampai 2009 utang di Negara kita meroket drastis
dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun pemerintahan SBY “sangat berhasil” dalam
tugas utang mengutang .
Dengan
sistem kebijakan pemerintah SBY saat ini, rakyat Indonesia dipaksa menanggung
beban utang para bankir yang sudah kaya lewat beragam penyunatan subsidi
seperti pendidikan (BHP) dan kesehatan. Pada saat yang sama, rakyat yang tidak
ikut melakukan kesalahan dan tidak pernah menikmati utang, harus membayar
minyak/BBM, listrik dan air yang mahal, agar negara bisa membayar utang utang
Negara di tambah subsidi pendidikan dan minyak di cabut dengan alasan yang
tidak jelas . Moral bangsa kita sudah tidak ada lagi baik rakyat yang berada di
posisi atas menegah ataupun yang bawah .Sekarang jamannya Indonesia bersatu
jilid II kita tidak bisa langsung mengetahui bagaimana kinerja pemerintah yang
sekarang karena mereka baru menjabat 2 tahun.
Masih ada 2 tahun lagi untuk memperbaiki kedepannya . Tapi melihat
kondisi perekonomian Indonesia yang sekarang ini sulit rasanya menstabilkan
ekonomi seperti pada zaman pemerintahan pembangunan pada masa presiden soeharto
dulu . Banyak sekali masalah masalah penting di jamann pemerintah jilid I dan
II yang hilang begitu saja tanpa tau akhir inti dan akar kemana permasalahan
itu berawal . Pemerintaan Indonesia Jilid I maupun jilid II bagaimanapun
kebijakan,menteri dan lain sebagainya kita sebagai masyarakat hanya
mengharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang akan
berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia yang saat
ini masih tidak ada perkembangannya.
Sumber
No comments:
Post a Comment