Materi 2/3
Sejarah Ekonomi Indonesia
2/3.1
Sejarah Pra Kolonialisme
Pada masa sebelum
kekuatan Eropa Barat mampu menguasai daratan dan perairan Asia Tenggara, belum
ada Indonesia. Nusantara yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia terdiri
dari pulau-pulau dan tanah yang dikuasai oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran,
kadang hidup berdampingan dengan damai sementara di lain waktu berada pada
kondisi berperang satu sama lain.
Keberadaan
sumber-sumber tertulis adalah yang memisahkan masa sejarah dari masa
prasejarah. Karena sedikitnya sumber-sumber tertulis yang berasal dari masa
sebelum tahun 500 Masehi, sejarah Indonesia dimulai agak terlambat. Diduga
sebagian besar tulisan dibuat pada bahan yang mudah rusak dan - ditambah dengan
iklim tropis lembab dan standar teknik konservasi yang berkualitas rendah pada
saat itu - ini berarti bahwa sejarawan harus bergantung pada inskripsi/prasasti
di atas batu dan studi sisa-sisa candi kuno untuk menelusuri sejarah paling
terdahulu nusantara. Kedua pendekatan ini memberikan informasi mengenai
struktur politik tua karena baik sastra maupun pembangunan candi adalah contoh
budaya tinggi yang diperuntukkan bagi elit penguasa.
Pengaruh
Agama Hindu dan Budha di Indonesia
Prasasti tertua yang ditemukan di
Nusantara dikenal sebagai Prasasti Kutai dan berasal dari Kalimantan Timur,
yang sudah ada sejak sekitar 375 Masehi ketika kerajaan Kutai Martadipura
berkuasa. Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta (bahasa liturgis agama Hindu) menggunakan tulisan Palawa, tulisan yang dikembangkan di India Selatan
sekitar abad ketiga Masehi. Dalam prasasti ini tiga raja Kutai Martadipura
disebutkan dan mereka menggambarkan sebuah ritual yang merupakan karakteristik
Hindu kuno. Sekitar satu abad kemudian, batu prasasti pertama (yang diketahui)
di Jawa ditemukan. Prasasti ini, yang juga dalam bahasa Sansekerta, menyatakan
raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara (abad keempat sampai ketujuh) di
Jawa Barat dan menghubungkan sang raja ini dengan dewa Hindu (Wisnu). Secara
keseluruhan, prasasti ini menunjukkan bukti pengaruh besar dari agama Hindu
India di kalangan elit penguasa kerajaan pribumi kuno pertama yang diketahui di
Nusantara.
Kedatangan Islam di Indonesia
Meskipun merupakan kerajaan Hindu-Buddha,
Islam berpengaruh bagi kalangan elit penguasa Majapahit. Kemungkinan Islam
sudah ada di Asia Tenggara maritim dari awal era Islam ketika pedagang Muslim
datang ke Nusantara, membuat permukiman di daerah pesisir, menikah dengan
wanita setempat dan dihormati atas kekayaan mereka yang diperoleh melalui
perdagangan. Beberapa penguasa lokal kemungkinan tertarik dengan agama baru ini
dan dianggapnya menguntungkan untuk menganut keyakinan yang sama seperti
sebagian besar pedagang. Pendirian kerajaan Islam merupakan langkah logis berikutnya. Diduga rakyat dari raja-raja ini
mengikutinya dengan masuk Islam.
Prasasti pada batu nisan menunjukkan bahwa
pada awal abad ke-13 terdapat sebuah kerajaan Islam di bagian utara Sumatera
disebut Pasai atau Samudera. Kerajaan ini dianggap sebagai kerajaan Islam
pertama di Nusantara. Dari Sumatra Utara, pengaruh Islam kemudian menyebar ke
arah timur melalui perdagangan. Di pesisir pantai utara Jawa berbagai kota
Islam muncul selama abad ke-14. Meskipun demikian, tidaklah mungkin kalau
beberapa bangsawan Jawa dari Majapahit di Jawa Timur memeluk agama Islam karena
perdagangan. Mereka mungkin merasa derajatnya jauh lebih tinggi dibanding dengan
kelas sosial pedagang. Kemungkinan besar bangsawan Jawa ini dipengaruhi oleh
ulama Sufi dan orang-orang suci atau wali yang
mengaku memiliki kekuatan supranatural (karomah).
Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15
pengaruh Majapahit di Nusantara mulai menurun karena konflik suksesi dan
meningkatnya kekuasaan kerajaan Islam. Sebuah negara perdagangan baru, Malaka,
merupakan salah satu kekuatan baru ini. Kekuatan ini bangkit di daerah pesisir
- saat ini Malaysia - dan terletak di bagian tersempit dari Selat Malaka.
Negara ini menjadi pelabuhan sangat sukses dengan fasilitas menguntungkan dalam
jaringan perdagangan luas yang membentang dari Cina dan Maluku di ujung timur
ke Afrika dan Mediterania di ujung barat. Meskipun pada awalnya Malaka adalah
negara Hindu-Buddha, namun berubah dengan cepat menjadi kesultanan Muslim
(mungkin karena alasan terkait perdagangan).
Sumber
No comments:
Post a Comment